ALHAMDULILLAH Kabar Baik, Seusai Bertemu Ketua Komisi X, Pimpinan Honorer Sampaikan Berita Menyejukkan soal PPPK Guru, Terima Kasih Pak -->

ALHAMDULILLAH Kabar Baik, Seusai Bertemu Ketua Komisi X, Pimpinan Honorer Sampaikan Berita Menyejukkan soal PPPK Guru, Terima Kasih Pak

Jumat, 14 Januari 2022

Opinirakyat.org - Puluhan guru honorer yang demo di depan gedung DPR akhirnya diterima Ketua Komisi X Syaiful Huda.


Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan honorer mendapatkan kabar menyejukkan hati.


"Alhamdulillah, luar biasa. Komisi X DPR RI sangat welcome dengan kami GTT yang lulus passing grade dan belum mendapatkan formasi," terang Ketua Paguyuban Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT) Kabupaten Kebumen, Musbihin kepada JPNN.com, Kamis (13/1).


Dia mengaku puas setelah menyampaikan kondisi guru honorer di daerah, termasuk guru pendidikan agama Islam (PAI). 


Dalam PPPK 2021, guru PAI mendapatkan formasi sangat sedikit. Musbihin berharap tahun ini ada formasi PPPK guru agama.


Sebab, Pemkab Kebumen sudah memberikan sinyal formasi PPPK 2022 hanya 45. Itu pun formasinya untuk PPPK nonguru.


"Daripada kami harus ikut seleksi PPPK guru tahap 3 dan ke luar daerah, lebih saya berjuang mendapatkan formasi. Saya lega karena Komisi X akan mendorong penambahan formasi PPPK guru termasuk PAI," terangnya.


Dihubungi terpisah, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengungkapkan, pihaknya akan memperjuangkan tambahan formasi PPPK guru PAI tahun ini.


Selain itu, guru-guru honorer negeri yang lulus passing grade harus diberikan formasi.


"Semangat kami untuk memperjuangkan status ASN bagi guru honorer tidak berubah. Insyaallah kami akan menyampaikan masalah guru honorer pascaseleksi saat ini kepada Mendikbudristek Nadiem Makarim," terangnya.


Dia menegaskan Kemendikbudristek dan Panselnas harus mengevaluasi pelaksanaan seleksi PPPK guru tahap 1 dan 2.


Jangan sampai guru honorer negeri disingkirkan karena alasan akan masuk CPNS dan PPPK.


"Tidak fair itu. Mereka tidak lolos karena formasinya saja yang terbatas. Kalau semua Pemda membuka formasi sebanyak guru honorer yang bekerja di sekolahnya tidak akan ada masalah seperti sekarang," pungkas Syaiful Huda. (esy/jpnn)