JANGAN Ada Yang PESIMIS! Tidak Lolos PPPK Tahap 1, Guru Honorer Masih Punya Kesempatan Tahap 2, Simak Berita Selengkapnya -->

JANGAN Ada Yang PESIMIS! Tidak Lolos PPPK Tahap 1, Guru Honorer Masih Punya Kesempatan Tahap 2, Simak Berita Selengkapnya

Jumat, 01 Oktober 2021

Opinirakyat.org -  Hasil uji kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru cukup mengecewakan banyak guru honorer. Ada banyak pendaftar yang tidak lolos dalam uji kompetensi yang digelar di empat Tempat Uji Kompetensi (TUK).


Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan, pihaknya turut merespons kekecewaan para guru honorer tersebut. Menurutnya, masih ada kesempatan bagi guru honorer yang belum beruntung pada uji kompetensi tahap satu. Selain masih ada tahap dua dan tahap tiga untuk pendaftaran PPPK, Kemenpan-RB memiliki kebijakan afirmasi.


Kebijakan ini memberikan skoring tambahan kepada peserta. Mulai dari usia, masa kerja, status K2 hingga sertifikat pendidik. ”Jadi masih ada kesempatan dari skor afirmasi untuk pendaftar tahap satu, tidak hanya dari uji kompetensi,” kata mantan Kepala SMAN 1 Srono itu.


Dari informasi yang dia peroleh di lapangan, ada banyak guru yang mengeluhkan masalah passing grade soal uji kompetensi yang dianggap sulit. PGRI pun mengajukan permohonan kepada Kemendikbud untuk melakukan pengurangan passing grade. ”Semoga perjuangan teman-teman PGRI segera direspons, kami berharap agar guru-guru banyak yang diterima menjadi PPPK,” tegasnya.


Ketua PGRI Banyuwangi Sudarman menambahkan, dari 25 kecamatan ada 2.064 orang guru honorer asal sekolah negeri yang mengikuti uji kompetensi PPPK. Sebanyak 238 honorer lolos, sedangkan 1.826 tidak lolos. Honorer dari Kecamatan Purwoharjo paling banyak yang tidak lolos. Dari 220 guru honorer yang mengikuti uji kompetensi, hanya 5 orang yang lolos.


Banyaknya guru honorer yang tidak lulus dikarenakan sulitnya soal yang diujikan. Ditambah lagi dengan passing grade yang juga dianggap terlalu tinggi sehingga menyulitkan para guru honorer untuk mencapainya. Padahal pengalaman mereka di lapangan sudah cukup teruji. Secara teori, sebuah soal dinyatakan sulit jika hanya bisa dikerjakan kurang dari 30 persen peserta.


Saat ini PGRI Jatim sedang membentuk tim 7 untuk segera menghadap ke Kemendikbudristek. Dengan harapan ada penyesuaian soal uji kompetensi dan kesempatan untuk para guru honorer di Banyuwangi untuk tetap bisa menjadi ASN PPPK. ”Memang masih ada kesempatan di tahap kedua dan ketiga, tapi di situ honorer di sekolah negeri harus bersaing dengan guru swasta. Akan semakin berat karena mereka kalah di afirmasi untuk sertifikat pendidik,” tegas Sudarman.


Salah seorang guru honorer, Kartika berharap bisa mendapat kesempatan lagi untuk diterima di tahap pertama. Jika mengandalkan jalur afirmasi, menurutnya tetap tidak bisa mengkatrol nilainya untuk lolos. Dia berharap perjuangan PGRI mendatangi Kementerian bisa memperoleh hasil. ”Kalau bertarung di tahap dua dan tahap tiga kesempatan kita (guru honorer sekolah negeri) semakin berat. Guru-guru swasta di poin afirmasi cukup tinggi. Mereka bisa langsung lolos tanpa menghitung hasil uji kompetensi,” pungkasnya.