PENGUMUMAN! AFIRMASI untuk PPPK Guru dengan Kriteria Berikut, Langsung dapat 100 Poin ! -->

PENGUMUMAN! AFIRMASI untuk PPPK Guru dengan Kriteria Berikut, Langsung dapat 100 Poin !

Selasa, 31 Agustus 2021

Opinirakyat.org - AFIRMASI untuk PPPK Guru dengan Kriteria Berikut, Langsung dapat 100 Poin !  Guru-guru honorer di sekolah negeri yang tidak memiliki sertifikat pendidik (Serdik) cemburu terhadap guru swasta dan lulusan pendidikan profesi guru (PPG) yang notabene sudah diberikan modal awal yakni mendapat nilai penuh pada kompetensi teknis. 


"Enak sekali ya guru swasta dan PPG yang baru lulus sudah punya nilai 100 sebelum tes PPPK 2021 dimulai," kata Mohamad Sanur HB, pengurus Forum Honorer Nonkategeri Dua Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (FHNK2 PGHRI) Kabupaten Banyuwangi kepada JPNN.com, Sabtu (28/8).


Dia menyebutkan, guru honorer di sekolah negeri mayoritas tidak memiliki Serdik lantaran diangkat oleh kepala sekolah.


Sementara syarat mendapatkan Serdik harus diangkat kepala daerah atau kepala Dinas Pendidikan atau ketua yayasan. Atas kondisi itu, Sanur mengatakan pemerintah harus membedakan passing grade PPPK guru honorer di sekolah negeri dengan guru swasta dan lulusan PPG.


"Ini untuk mewujudkan keadilan," tegasnya. Sanur menambahkan, permintaan tersebut bukan berarti para guru honorer itu tidak mau dites.


Semua guru honorer peserta tes PPPK 2021 mau saja dites. Namun, pemerintah harus adil dalam memberikan tes kepada para honorer.


Untuk honorer yang mengabdi di sekolah negeri dan tidak memiliki Serdik, sebaiknya diberikan afirmasi dari pemerintah yang harus menyamakan dengan guru sekolah swasta berserdik. Selain itu passing grade untuk guru honorer yang sudah mengabdi diturunkan jangan disamakan dengan peserta umum yang lulusan PPG. 


"Itu baru konsep keadilan. Alangkah ironis dan tidak adilnya pemerintah jika passing grade guru PPPK disamakan dengan peserta umum yang masih muda dan generasi milenial," ucapnya.


Sanur mengakui generasi milenial memiliki kompetensi, menguasai teknologi tetapi mereka belum tentu bisa mendidik para siswa. Sanur mengeklaim kemampuan generasi milenial masih kalah jauh dengan guru honorer yang sudah mengabdi dan berpengalaman menghadapi berbagai karakter peserta didik.


"Ini fakta di lapangan. Kami hanya mengusulkan pemerintah harus adil," ujarnya  Bukan berarti kata Sanur, adil itu disamaratakan tetapi harus disesuaikan porsinya. Alangkah mirisnya jika konsep keadilan diterapkan dengan prinsip sama rata. (esy/jpnn)