Dapodik Bermasalah, Ribuan Guru Honorer Tak Bisa Daftar PPPK, Ini Solusinya -->

Dapodik Bermasalah, Ribuan Guru Honorer Tak Bisa Daftar PPPK, Ini Solusinya

Kamis, 29 Juli 2021

 

Opinirakyat.org - Selama masa pendaftaran yang berlangsung sejak akhir Juni itu, ada sejumlah persoalan. Diantaranya adalah ribuan guru honorer tidak bisa bisa mendaftar sebagai PPPK karena ada persoalan dalam data pokok pendidikan (dapodik).


Banyaknya guru honorer yang mengalami persoalan dalam pendaftaran PPPK itu diungkap oleh Ketua Umum Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Mahnan Marbawi. Dia mengungkapkan sedikitnya ada empat persoalan yang dialami para guru honorer, khususnya guru PAI selama pendaftaran CPNS dan PPPK tahun ini.


Persoalan pertama adalah banyaknya daerah yang tidak memiliki formasi PPPK untuk guru PAI. Sehingga menjadi kendala saat mereka akan melakukan pendaftaran. ’’Kemudian banyak data dapodik guru PAI yang tidak sinkron. Sehingga mereka terkendala saat mendaftar,’’ katanya kemarin.


Mahnan menuturkan ada seribuan guru honorer PAI yang mengalami kendala tersebut. Dia mengatakan para guru tidak memiliki ruang untuk memprotes atau mempertanyakan penyebab kendala di dapodik tersebut. Sebab sistem dapodik terpusat di Kemendikbudristek dan Kemenag.


Persoalan lainnya adalah sampai sekarang belum ada modul PAI. Padahal modul itu penting untuk persiapan guru-guru honorer PAI mengikuti seleksi nanti. ’’Sistem SSCASN juga sering berubah-ubah. Sehingga membuat resah peserta, termasuk yang sudah mendaftar,’’ ungkapnya.


Mahnan mengatakan adanya lowongan PPPK bagi guru honorer tahun ini sejatinya kesempatan yang bagus. Sebab menurut data yang dia terima, saat ini jumlah guru honorer di seluruh Indonesia sekitar 235 ribu orang. Dari jumlah tersebut, 60 persen di antaranya adalah guru honorer PAI. Dia berharap kesempatan guru honorer untuk menjadi CPNS atau PPPK tetap terbuka ke depannya.


Terpisah, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nunuk Suryani mengimbau para pelamar PPPK guru segera menuntaskan pendaftaran pada aplikasi SSCASN. Pasalnya, pendaftaran tinggal sehari lagi. Hal ini berlaku kepada semua pelamar guru PPPK, yaitu Guru Non-ASN/Honorer di sekolah negeri, Guru honorer Kategori II (THK-II), Guru Honorer di sekolah swasta, dan para lulusan program pelatihan guru (PPG).


“Diselesaikan sampai dengan akhir pendaftaran (final resume),” ungkapnya.


Dia mengungkapkan, pendaftaran ini hanya berlaku satu kali pada periode seleksi tahun ini. Sehingga meskipun pelamar Guru PPPK mengikuti tes pada seleksi tahap dua maupun tahap tiga, maka diharuskan mendaftar kembali pada masa pendaftaran yang telah ditentukan BKN.


Selain itu, Nunuk menambahkan, bahwa melalui persetujuan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), maka telah dilakukan penyesuaian pada aplikasi pendaftaran seleksi Guru PPPK Tahun 2021. Penyesuaian ini terkait pemberian kesempatan kepada para pelamar untuk mereset kembali lamaran yang sudah dilakukan.  “Termasuk sudah melakukan final resume. Bisa diresst kembali dengan fasilitas tombol reset,” jelasnya.


Menurutnya, ada tiga kriteria pelamar Guru PPPK Tahun 2021 yang mendapatkan kesempatan dan haknya untuk melakukan reset pada aplikasi CASSN. Pertama, para guru dengan penugasan di sekolah induk yang terdapat formasi yang linear di sekolahnya yang seharusnya dapat melamar ke formasi tersebut namun terkendala  karena kuota formasi terkunci.  Sehingga terpaksa melamar ke formasi di sekolah lain.


Kedua, para guru dengan penugasan di sekolah induk yang tidak terdapat formasi di sekolahnya dan dapat melamar ke sekolah lain yang masih memiliki sisa kuota formasi linear dengan kualifikasi akademiknya, namun kuota formasi yang terkunci. Terakhir, untuk guru dengan penugasan di sekolah induk yang tidak terdapat formasi yang linear dengan kualifikasi akademiknya, dan sudah mendaftar ke sekolah lain yang tidak memiliki sisa kuota formasi, dikarenakan formasi tersebut diprioritaskan bagi guru yang bertugas di sekolah lain tersebut.


“Jadi tidak semua pelamar harus melakukan reset. Hanya yang termasuk pada tiga kategori tadi saja,” jelasnya.


Namun, lanjut dia, perlu diingat bahwa fasilitas penyesuaian ini hanya dapat dipergunakan satu kali. Sehingga, guru dengan kriteria tersebut diminta untuk mempelajari dan mempertimbangkan secara matang sebwlum mwnggunakan reset ini.


Tiga Bentuk Tes


Sementara itu, pelaksana tugas (Plt.) Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpanrb) Katmoko Ari Sambodo mengatakan bahwa terdapat tiga bentuk tes dalam seleksi guru PPPK. yakni, Tes Kompetensi Manejerial, Tes Sosio Kultural, dan Tes Wawancara.


“Selain tiga kali tes, terdapat pula kebijakan penambahan nilai Tes Kompetensi Teknis bagi pelamar dengan kriteria tertentu,” jelasnya. Misalnya, kepemilikan sertifikat pendidik yang linier bisa mendapatkan penambahan nilai hingga 100 persen. Kemudian, untuk yang berusia 35 tahun ke atas mendapat penambahan nilai sebesar 15 persen. Lalu, penyandang disabilitas mendapatkan tambahan nilai sebesar 10 persen. Sedangkan para Guru Honorer Kategori II (THK-II) juga bisa mendapatkan tambahan nilai sebesar 10 persen.


“Penambahan nilai bersifat kumulatif,” ungkapnya. Artinya, jika seorang guru di atas 35 tahun dan penyandang disabilitas akan mendapat penambahan nilai 25 persen. “Tapi, nilai maksimumnya tetap 100 persen,” tandasnya.


Seperti diketahui, pendaftaran CASN akan ditutup pada 26 Juli 2021 pukul 23.59 WIB. Hingga kemarin (25/7) pukul 14.43 WIB, tercatat sudah 3,96 juta orang sudah mengisi formulir di SSCASN. Namun, baru 3,09 juta yang menyelesaikan pendaftaran secara lengkap.


Jelang penutupan ini, masih ada instansi yang tak memiliki pelamar. seperti, Pemerintah Kabupaten Paniai yang hingga kini masih nol pelamar. 


sumber ; lombokpost.jawapos.com