Luar Biasa! Gubernur Ini Akan Langsung Akan Guru Honorer Jadi PNS Tanpa Tes, Semoga Daerah Lain Menyusul -->

Luar Biasa! Gubernur Ini Akan Langsung Akan Guru Honorer Jadi PNS Tanpa Tes, Semoga Daerah Lain Menyusul

Kamis, 25 Maret 2021

Opinirakyat.com - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor membuat terobosan. Orang nomor satu di Benua Etam ini memberi usulan agar semua guru berstatus honorer diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) tanpa tahapan seleksi. Baik itu calon pegawai negeri sipil atau CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.


"Kami sangat berharap Komisi X DPR RI, terkait kebijakan afirmasi dalam seleksi ASN, baik PPPK maupun CPNS," ujar Isran seperti dilansir dari rilis resmi Pemprov Kaltim, Rabu (24/3/2021). 


1. Guru honorer yang sudah berpengalaman tak perlu ikut seleksi


Permintaan Isran ini terucap dalam rapat bersama Panja Pengangkatan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Menjadi ASN (PGTKH-ASN) di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Gedung Nusantara I lantai pertama di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta.


Lebih lanjut, dalam pemaparannya, mantan bupati Kutai Timur tersebut meminta saat seleksi nanti, khusus guru honorer yang sudah berpengalaman, pemerintah tidak lagi melakukan seleksi. Dengan kata lain yang turut dalam agenda pemilihan ini hanya kepada peserta muda dan belum berpengalaman.


“Tes menggunakan komputer akan membuat sulit para guru yang sudah cukup berumur,” sebutnya.


2. Guru honorer sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun tanpa pengangkatan


Lebih lanjut, Isran menjelaskan, guru yang sudah berpengalaman ini lazimnya telah mengabdi selama 5-10 tahun bahkan lebih dari itu, puluhan tahun. Kategori ini tak perlu ikut tes, langsung diangkat saja jadi PNS.


“Bagaimana pun para guru honorer itu sudah berpengalaman,” tegasnya.







3. Negara harus memberikan perlakuan berbeda bagi guru honorer


Isran menambahkan, lantaran sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun, sudah seharusnya negara memberikan perlakuan yang berbeda. Dan bila diadu tanding pengetahuan dan pengalaman dengan anak-anak zaman sekarang, belum tentu mereka bisa menang.


“Intinya yang menjadi catatan, mereka sudah cukup lama mengabdi, berbakti, juga telah berbuat untuk bangsa dan negara," pungkasnya.


 sumber ; kaltim.idntimes.com


Demikian info yang dapat kami sampaikan.