KETUM PGRI : Gaji Guru Honorer Minimal UMR atau Rp 4 juta Sekian Mengingat Guru Adalah Profesi Mulia -->

KETUM PGRI : Gaji Guru Honorer Minimal UMR atau Rp 4 juta Sekian Mengingat Guru Adalah Profesi Mulia

Minggu, 21 Februari 2021

Opinirakyat.org -   Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo, mengatakan, saat ini gaji untuk guru honorer masih minim.


Ia melihat banyak guru honorer, terutama di pelosok-pelosok yang masih digaji sebesar Rp 500-700 ribu per bulan, bahkan ada yang lebih rendah dari itu.


Patokan tertinggi, ia melihat DKI Jakarta, guru honorer di sana digaji sesuai dengan UMR yakni Rp4,2 juta. Meskipun ada yang masih digaji di bawah itu karena tergantung kemampuan sekolah.


"Kalau di Jakarta, menjadi patokan yang paling tinggi. Mereka digaji dengan Rp 4,2 juta. Sudah ditetapkan pemerintah. Ini patokan tertinggi. Meskipun tergantung kemampuan sekolah dan daerah juga," kata Heru kepada Kompas.com, Selasa (16/2).


"Patokan terendahnya, Rp 500-700ribu. Di daerah yang agak jauh, pelosok, kemungkinan seperti itu. Kalau sudah di dalam kota, bisa lebih dari itu. Standarnya di DKI, Rp 4,2 juta. Sementaradi Kalimantan sana atau di Sulawesi Selatan dan Papua memiliki UMR berbeda," tambahnya.


Meskipun belum ada standar gaji yang baku untuk guru honorer, Heru menilai gaji guru honorer minimal sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) di daerah.


" Guru honorer di Sekolah Negeri dibiayai anggaran BOS, tetapi masing-masing daerah itu kan ada menggunakan anggaran sesuai dengan UMR, tetapi ada juga yang tak sesuai UMR," katanya.


Minimal Sama UMR


Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi, mengatakan, gaji guru honorer yang masih kecil. Ia bahkan pernah berkunjung ke NTT dan bertanya gaji guru honorer hanya Rp90 ribu saja.


Berbeda dengan guru-guru honorer yang ada di Jakarta dan kota-kota besar lain, pemerintah daerah memberikan jumlah agak besar.


Meskipun, ia menilai gaji guru honorer pada umumnya sangat rendah.


"Seperti di Jakarta, Bekasi, Jabodetabek, pemda memberi lumayan agak besar, tapi pada umumnya amat sangat rendah. Ada yang Rp500ribu, Rp700ribu, ada yang lebih besar lagi. Tergantung kemampuan daerah. Yang pasti mereka di sekolah-sekolah itu ya sangat rendah," katanya kepada Kompas.com, Selasa (16/2).







Unifah mengatakan, minimal gaji guru honorer bisa disamakan dengan upah minimum regional.


Melihat profesi guru sebagai profesi yang mulia, tak wajar jika hanya digaji sangat minim.


"Paling tidak disamakan lah dengan gaji minimum. Kalau gaji minumum, upah guru regional gaji Rp4juta sekian, ya ikutlah seperti itu. Kalau kita punya UMR tiap daerah, ikuti yang itu. Padahal, guru dilihat dari kedudukan dan value-nya, itu adalah profesi mulia. Minimal disamakan lah (upah minimum)," pungkasnya. (Sumber : kompas)