AKHIRNYA Resmi Diumumkan! Menko Airlangga Hartanto Umumkan Hanya 7 Bansos yang Diperpanjang, Cek Daftarnya DISINI -->

AKHIRNYA Resmi Diumumkan! Menko Airlangga Hartanto Umumkan Hanya 7 Bansos yang Diperpanjang, Cek Daftarnya DISINI

Minggu, 31 Januari 2021

Opinirakyat.org -  Sejumlah karyawan masih berharap akan ada Bantuan Subsidi Gaji (BSU) termin 3 di tahun 2021. Lantas bagaimana kabar Bantuan Subsidi Gaji (BSU) atau BLT BPJS Ketenagakerjaan termin 3 tahun 2021?


Karena masih banyak karyawan yang memenuhi syarat tapi belum mendapatkan bantuan ini. Lantas apakah akan ada program ini ditahun 2021?


Sebelumnya Pemerintah telah memastikan terdapat hanya tujuh bantuan sosial (bansos) yang akan dilanjutkan pada tahun 2021 ini.


Tujuh bansos tersebut adalah: Kartu Sembako, Program Keluarga Harapan,Program Kartu Prakerja,Bantuan Langsung Tunai Desa, Insentif Tenaga Kesehatan, BLT UMKM, dan Bantuan Sosial Tunai.


Tidak ada program subsidi gaji dalam program bansos yang akan diteruskan di tahun 2021.


Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk program penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional (PCPEN) di tahun 2021.


Rincian anggarannya adalah sebagai berikut:


Sektor kesehatan alokasi anggaran Rp 104,7 triliun.


Anggaran ini akan digunakan untuk pengadaan dan operasional vaksin Covid-19, sarana prasarana dan alat kesehatan, biaya klaim perawatan, insentif tenaga kesehatan dan santunan kematian, serta bantuan iuran BPJS untuk PBPU/BP.


Anggaran perlindungan sosial sebesar Rp150,96 triliun.


Anggaran ini dikhususkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), kartu sembako, program pra kerja, bantuan langsung tunai (BLT) dana desa, bantuan sosial tunai 10 juta KPM, subsidi kuota, dan diskon listrik.


“Program ini ada yang dilanjutkan hingga 6 bulan, ada yang 3 bulan. Bertahap. Seperti contohnya diskon listrik, gratis biaya listrik selama 3 bulan dan 3 bulan berikutnya diskon 50%,” kata Airlangga, Selasa 26 Januari 2021.


Program lainnya adalah program prioritas dengan anggaran Rp 141,36 triliun.


Program ini untuk mendukung pariwisata, terutama yang paling terdampak seperti hotel, restoran, dan kafe.


Program ini juga ditujukan untuk ketahanan pangan atau food estate, pengembangan ICT, pinjaman ke daerah dan subsidi pinjaman daerah, program padat karya K/L, kawasan industri, dan program prioritas lainnya.


Terakhir program dukungan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pembiayaan korporasi sebesar Rp 156,06 triliun.


Anggaran ini dikhususkan untuk subsidi bunga KUR dan non KUR, penjaminan loss limit UMKM dan korporasi, IJP UMKM dan korporasi, pembiayaan PEN lainnya, penempatan dana, dan PMN kepada BUMN yang menjalankan penugasan seperti HK, ITDC, Pelindo III, dan KIW).


Meski begitu Airlangga megungkapkan bisa jadi anggaran PEN 2021 akan berubah lagi dengan memperhatikan dinamika yang terjadi.


"Ada kemungkinan meningkat dengan memperhatikan dinamika yang terjadi," ujarnya.***