Ini Respons KemenPANRB Terkait Beredarnya Surat Pengangkatan Honorer Jadi PNS Tanpa Tes, Simak Selengkapnya -->

Ini Respons KemenPANRB Terkait Beredarnya Surat Pengangkatan Honorer Jadi PNS Tanpa Tes, Simak Selengkapnya

Selasa, 10 November 2020

Opinirakyat.org -   Baru-baru ini telah beredar surat yang menjelaskan pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) terutama di daerah-daerah yang mengatasnamakan Mentri PANRB.


Terkait beredarnya surat tersebut, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) langsung menindak lanjuti laporkan temuan tersebut.


Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Andi Rahadian menegaskan, surat yang mengatasnamakan Menteri PANRB Tjahjo Kumolo tersebut yang memuat perihal pengangkatan tenaga honorer berdasarkan kuota kekosongannya di lingkungan pemerintah pusat dan daerah, adalah surat palsu.


"Kami tegaskan bahwa surat tersebut adalah palsu dan Menteri PANRB tidak pernah mengeluarkan surat tersebut," katanya di Jakarta, Senin, 9 November 2020, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari situs resmi KemenPanRB.


Dia juga mengatakan, jika dilihat dengan saksama, isi dan format penulisan surat menunjukkan bahwa surat tersebut palsu. Hal ini mudah dikenali dari kesalahan tik yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).


Selain itu, lanjut Andi, nomor surat, jenis, dan ukuran huruf yang tidak seragam, serta format penulisan yang tidak sesuai dengan format surat yang berlaku di Kementerian PANRB.


Surat palsu yang bernomorkan B/1069/M.SM.01.00./2020 memuat informasi yang seolah-olah telah ada keputusan terkait kuota kosong dalam Seleksi CPNS Tahun 2019 yang dapat diisi oleh tenaga honorer guru, administrasi, tenaga penyuluh pertanian, dan tenaga kesehatan.


Juga disebutkan bahwa pengisian kuota kosong tersebut berdasarkan domisili di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan diangkat menjadi PNS tanpa tes.


Sudah dijelaskan dalam surat tersebut, bagi yang ingin meminta informasi lebih jelas dapat menghubungi Drs. Heru Purwaka, MM melalui WhatsApp dengan nomor tertera yang mengaku bekerja di Biro Perencanaan Kepegawaian BKN Pusat Jakarta.


Surat yang seolah-olah ditandatangani pada 23 Oktober 2020 tersebut juga memuat informasi mengenai pengangkatan tenaga honorer berdasarkan kuota kekosongannya yang dilakukan pada Jumat, 23 Oktober 2020 pukul 09.00 WIB di Ruang Rapat Komisi I DPR RI.


Untuk itu, Andi mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi, terlebih jika mengatasnamakan Kementerian PANRB dan meminta sejumlah imbalan.


"Selalu waspada dan selektif atas informasi yang beredar dengan mengecek kebenaran informasi tersebut ke Kementerian PANRB," ucapnya.


Lebih lanjut, Andi mengatakan bahwa Kementerian PANRB bersama BKN dan DPR RI tidak pernah mengeluarkan keputusan mengenai pengisian formasi kosong pada Seleksi CPNS yang dapat diisi oleh tenaga honorer, terlebih tanpa tes dan langsung pengangkatan.


Hasil akhir Seleksi CPNS Tahun 2019 telah diumumkan secara serentak pada 30 Oktober lalu.