1 Tahun Menjabat Mendikbud, Ini 5 Kinerja Nadiem Makarim yang Disorot -->

1 Tahun Menjabat Mendikbud, Ini 5 Kinerja Nadiem Makarim yang Disorot

Selasa, 10 November 2020

Opinirakyat.org -   Nama Nadiem Anwar Makarim diumumkan Presiden Joko "Jokowi" Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaannya saat memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Nama Nadiem sebelumnya tidak santer terdengar akan diangkat sebagai menteri.


Tepat setahun sudah Mas Menteri, begitu Nadiem akrab disapa, menjabat sebagai Mendikbud hari ini, Jumat (23/10/2020). Setiap pergerakan, pernyataan dan kebijakan yang diambil Nadiem Makarim kerap jadi sorotan publik.


Berikut rangkuman lima hal yang disorot selama Nadiem Makarim menjabat sebagai Mendikbud.


1. Kemendikbud dan program Merdeka Belajar


Setahun Menjabat Mendikbud, Ini 5 Kinerja Nadiem Makarim yang DisorotMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim memaparkan program Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (Dok.Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud)

Mendikbud pertama kali meluncurkan program Merdeka Belajar episode pertama pada 11 Desember 2019 lalu. Sudah melewati satu tahun masa jabatan, Kemendikbud di bawah komando Nadiem telah mengeluarkan lima episode Merdeka Belajar.


Adapun daftar lima episode Merdeka Belajar yang dikeluarkan Kemendikbud adalah:


Episode pertama: Mengembalikan evaluasi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) ke sekolah masing-masing, mengganti Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), pemangkasan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru dari puluhan lembar jadi satu lembar dan juga mendukung pemberlakuan zonasi termasuk menambah kuota jalur prestasi di sistem zonasi.


Episode kedua: Kampus Merdeka. Empat kebijakan di program Kampus merdeka adalah pemberian otonomi bagi PTN dan PTS untuk membuat program studi baru, menerapkan program re-akreditasi yang bersifat otomatis, kemudahan bagi PTN untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH), dan pemberian hak kepada mahasiswa untuk belajar di luar prodi yang diambil.


Episode ketiga: Fleksibilitas dan otonom soal dana BOS. Ada empat kebijakan yang diambil mulai dari transfer dilakukan langsung ke sekolah hingga pelaporan penggunaan BOS yang diperketat dan menjadi lebih transparan.


Episode keempat: Program Organisasi Penggerak. Episode ini jadi episode yang paling jadi sorotan. Episode ini diluncurkan pada 10 Maret 2020 lalu.


Episode kelima: program Guru Penggerak. Episode ini diluncurkan pada 3 Juli 2020 lalu dan kini memasuki pendaftaran Guru Penggerak gelombang kedua.